Makanan sehatPopuler
Darah
kita setiap saat mengalirkan oksigen ke sel-sel tubuh. Oksigen membantu sel
mengubah nutrisi menjadi energi. Dalam kondisi normal, molekul-molekul di dalam
sel memiliki pasangan elektron yang lengkap sehingga stabil. Ketika melakukan
kontak dengan oksigen, molekul itu teroksidasi sehingga kehilangan elektron.
Molekul tidak stabil tersebut lalu berubah menjadi apa yang disebut radikal
bebas. Jadi, radikal bebas adalah produk alamiah hasil metabolisme sel. Radikal
bebas sama alamiahnya dengan kita menghirup udara.
Bahaya radikal bebas
Sebagai
molekul tidak stabil, radikal bebas selalu berusaha “menyerobot” elektron
molekul lain di dalam tubuh untuk membuatnya stabil kembali. Hal ini dapat
menghancurkan bangunan dan struktur sel-sel tubuh serta mengubah ukuran dan
bentuk mereka. Bayangkanlah proses perusakan sel ini seperti perkaratan besi
oleh oksigen yang menghancurkan bentuknya.
Kerusakan
sel-sel tersebut pada akhirnya menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan.
Radikal bebas yang berlebihan dapat memicu dan memperparah penyakit
jantung, penyakit
infeksi, tumor dan kanker, penyakit mata (seperti katarak dan
glukoma) penyakit kulit (seperti alergi dan dermatitis) dan lainnya serta
mempercepat proses penuaan.
Biasanya,
tubuh memiliki sistem pertahanan alami untuk menetralisir radikal bebas agar
tidak berkembang menjadi berbahaya. Namun, pengaruh lingkungan dan kebiasaan
buruk seperti radiasi ultraviolet, polusi, kebiasaan mengkonsumsi “junk food”
dan merokok dapat membuat sistem pertahanan tubuh kewalahan menghadapi radikal
bebas yang berjumlah besar.
Mengkonsumsi
lebih banyak antioksidan membantu tubuh untuk menetralisir radikal bebas berbahaya.
Antioksidan berperan menetralisir radikal bebas dengan “menyumbangkan” elektron
sehingga membuatnya stabil. Diperkirakan ada lebih dari 4.000 senyawa dalam
makanan yang berfungsi sebagai antioksidan. Yang paling banyak dipelajari
adalah beta karoten (pro vitamin A), vitamin C, vitamin E, asam fenolik,
selenium, klorofil, karotenoid, flavonoid, glutasion, koenzim Q10, melatonin,
dan likopen. Perlu dicatat bahwa vitamin A sendiri bukan antioksidan.
Sayuran,
buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, rempah-rempah dan the teh hijau
adalah makanan yang kaya unsur antioksidan. Bagi Anda yang sibuk dan cenderung
tidak dapat makan
dengan
pola makan berimbang, kini banyak tersedia suplemen kesehatan yang menyediakan
antioksidan ekstra secara praktis.
Lalu, apa itu radikal
bebas?
Radikal bebas sebenarnya
berasal dari molekul oksigen yang secara kimia strukturnya berubah akibat dari
aktifitas lingkungan. Aktifitas lingkungan yang dapat memunculkan radikal bebas
antara lain radiasi, polusi, merokok dan lain sebagainya. Radikal bebas yang
beredar dalam tubuh berusaha untuk mencuri elektron yang ada pada molekul lain
seperti DNA dan sel. Pencurian ini jika berhasil akan merusak sel dan DNA
tersebut. Dapat dibayangkan jika radikal bebas banyak beredar maka akan banyak
pula sel yang rusak. Sialnya, kerusakan yang ditimbulkan dapat menyebabkan sel
tersebut menjadi tidak stabil yang berpotensi menyebabkan proses penuaan dan
kanker.
zat ini secara nyata mampu memperlambat atau
menghambat oksidasi zat yang mudah teroksidasi meskipun dalam
konsentrasi rendah.[2] Antioksidan juga sesuai didefinisikan sebagai
senyawa-senyawa yang melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas oksigen reaktif jika berkaitan dengan penyakit,
radikal bebas ini dapat berasal dari metabolisme tubuh maupun faktor eksternal lainnya.[2] Radikal bebas adalah spesies yang tidak stabil karena memiliki
elektron yang tidak berpasangan dan mencari pasangan elektron dalam
makromolekul biologi.[rujukan?] Protein lipida dan DNA dari sel manusia yang
sehat merupakan sumber pasangan elektron yang baik.[rujukan?] Kondisi oksidasi dapat menyebabkan kerusakan protein dan DNA, kanker,
penuaan, dan penyakit lainnya.[3] Komponen kimia yang berperan sebagai antioksidan
adalah senyawa golongan fenolik dan polifenolik.[rujukan?] Senyawa-senyawa golongan tersebut banyak
terdapat dialam, terutama pada tumbuh-tumbuhan, dan memiliki kemampuan untuk
menangkap radikal bebas.[4] Antioksidan yang banyak ditemukan pada bahan
pangan, antara lain vitamin E, vitamin C,
dan karotenoid,
radiasi bebas secara
normal merupakan hasil metabolism,selain itu asap rokok asap kendaraan bermotor
dan raduasi sinar uv juga merupakan sumber radikal bebas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar